PENGUMUMAN

Coffee Morning                                          Adapun materi Coffee Morning tanggal 16 Agustus 2017 dapat didownload disini.

RUPTL 2017-2026                                   Keputusan Menteri ESDM tentang Pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Tahun 2017-2026, dapat diakses disini.

18 Juli 2017

Dirjen Gatrik Menghadiri Pertemuan the 35th ASEAN SOME & Its Associated Meetings

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andi Noorsaman Sommeng, selaku Senior Official on Energy (SOE) Leader Indonesia untuk kerjasama ASEAN memimpin delegasi Indonesia pada pertemuan The 35th ASEAN Senior Official Meeting on Energy (SOME) & its Associated Meetings yang diselenggarakan di Paranaque City, Manila, Filipina dari Senin (17/07) sampai Jum'at (21/07). SOME merupakan pertemuan tahunan antar para pejabat tinggi energi ASEAN dengan mitra wicara dan organisasi international yang relevan.

Dalam pertemuan tersebut, Andy didampingi oleh Direktur Panas Bumi, Ditjen Energi Baru dan Terbarukan (EBTKE) Kementerian ESDM, dan wakil dari unit kerja terkait Kementerian ESDM, Setjen Dewan Energi Nasional (DEN), Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN (KSEA)-Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan PT. Pertamina (Persero).

Pertemuan yang dihadiri negara-negara ASEAN ini dibuka oleh Menteri Energi Filipina, Secretary Alfonso G. Cusi. Dalam sambutannya, Cusi  mengharapkan ASEAN meningkatkan ketahanan, ketersediaan dan keterjangkauan atas sumber energi yang ada di kawasan ASEAN. Ia juga mengharapkan kerjasama dan kemitraan dengan mitra wicara dapat memperlancar tercapainya target yang diharapkan ASEAN. Filipina secara nasional telah menetapkan bahwa saat ini merupakan Golden Age untuk pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan Duterte Law (Presiden Filipina) menyatakan “Bangun, Bangun dan Bangun” dengan tone yang tegas dan berulang menunjukkan arti penting dari pembangunan tersebut. Filipina akan membangun sistem ketenagalistrikan hingga 44 MW sampai tahun 2040 dengan keseimbangan bauran energi. Bahkan Filipina berkomitmen menjadi penyedia daya listrik terbesar di Asia, diantaranya dengan mempercepat proses birokrasi. Namun Filipina juga memahami kondisi geografisnya yang berupa kepulauan dan rawan bencana alam, seperti gempa bumi, taifun, banjir, dan tanah longsor. Sehingga Filipina juga terancam kedaruratan energi, oleh karenanya Filipina sangat berkepentingan menjamin pasokan domestiknya dan diharapkan dari negara tetangga, anggota ASEAN. Untuk itu Filipina sebagai tuan rumah mengangkat tema kerjasama energi ASEAN adalah “One ASEAN Community through Resilient and Sustainable Energy”.

Dalam pertemuan ini diserahterimakan keketuaan kerjasama energi ASEAN dari Myanmar kepada Filipina. Ketua kerjasama energi ASEAN periode 2017-2018 adalah Mr. Jesus Cristino P. Posadas, SOE Leader, Undersecretary Office of the Undersecretary Department of Energy of the Philippines dan Vice-Chair oleh Mr. Jonathan Goh, Director External Relations, Energy Planning and Development Division Energy, Market Authority of Singapore.

Secara garis besar, pertemuan membahas pending measures/deliverables dan implementasi dari APAEC 2016-2025 Phase 1 (2016-2020), Clean Coal Technology, Civilian Nuclear Energy, Renewable Energy, Energy Efficiency and Conservation, Trans-ASEAN Gas Pipeline (TAGP), ASEAN Power Grid (APG), ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA), dan kerja sama dengan dialogue partners, serta international organizations.

Selanjutnya pada pertemuan dengan mitra wicara, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Alihuddin Sitompul, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan selaku Alternate SOE Leader Indonesia. Pertemuan dengan mitra wicara terdiri atas Pertemuan (i) the 8th SOME-IEA Dialogue; (ii) 8th SOME-Russia; (iii) 8th SOME-U.S Dialogue; (iv) the 18th SOME-METI; (v) the 16th SOME+3 EPGG Meeting; (vi) the 22nd EAS ECTF Meeting.  (RBS)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan