PENGUMUMAN

Statistik Ketenagalistrikan 2019 dapat diunduh disini.

Keputusan Menteri ESDM Nomor 143 K/20 / MEM/ 2019 Tentang Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional Tahun 2019 – 2038 dapat diunduh disini.

Penghargaan Subroto Keselamatan Ketenagalistrikan 2019 dapat diunduh disini.

 


 

04 Maret 2019

Empat Proyek Listrik Diresmikan, Kualitas Listrik di Jambi Semakin Baik

Harapan masyarakat Kabupaten Sarolangun untuk kualitas listrik yang semakin baik mulai terwujud dengan adanya Gardu Induk 150 kV Sarolangun. Minggu (3/3) sore, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan didampingi Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana, meresmikan empat proyek ketenagalistrikan di Provinsi Jambi. Selain Gardu Induk 150 kV Sarolangun, diresmikan juga Jaringan Transmisi 150 kV Muara Bulian-Sarolangun, Gardu Induk 150 kV Sungai Penuh, dan Transmisi 150 kV Bangko-Merangin-Sungai Penuh. Peresmian ini dipusatkan di Gardu Induk Sarolangun, berbarengan dengan peresmian sumur bor air tanah untuk Provinsi Jambi.

"Ini adalah harapan dan mimpi kami, Bapak. Sudah hampir sebelas tahun kami memimpikan adanya Gardu Induk di Kabupaten Sarolangun. Ini tentu kebahagiaan bagi kami. Kualitas listrik kami akan makin jauh lebih terang," ujar Bupati Sarolangun Cek Endra. Ia menyampaikan, selama ini gardu induk terdekat adanya di Kabupaten Merangin.

Tidak hanya Kabupaten Sarolangun yang semakin terang, pembangunan keempat proyek infrastruktur ini juga akan memperkuat sistem kelistrikan di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Sarolangun, Merangin, Kerinci, dan Kota Sungai Penuh.

Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana menyampaikan bahwa Rasio Elektrifikasi (RE) di Provinsi Jambi telah mencapai angka 98,09%, hampir mendekati RE nasional yang kini 98,30%. Diharapkan target RE 99,9% secara nasional di tahun 2019 dapat tercapai

"Dengan adanya Gardu Induk ini, tegangan makin bagus. Mudah-mudahan tidak ada lagi pemadaman. Kedua, ini bisa meningkatkan Rasio Elektrifikasi. Artinya, makin banyak saudara-saudara kita yang menikmati listrik," ujar Rida.

Rida juga menyampaikan, dengan kualitas listrik yang semakin baik, ini bisa menjadi kesempatan bagi daerah untuk mengundang para investor yang selama ini terkendala masalah listrik.

"Listrik sudah bukan lagi masalah di Jambi," lanjut Rida.

Gardu Induk 150 kV Sarolangun dan Gardu Induk 150 kV Sungai Penuh dioperasikan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera. Gardu Induk ini bertujuan untuk menurunkan tegangan 150 kV ke 20 kV. Dengan demikian, tenaga listrik yang disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dari Muara Bulian ke Sarolangun dan SUTT 150 kV dari Bangko ke Sungai Penuh melalui Merangin dapat didistribusikan kepada masyarakat di Kabupaten Sarolangun, Merangin, Kerinci, Kota Sungai Penuh, dan sekitarnya.

Beroperasinya Gardu Induk 150 kV Sarolangun dan SUTT 150 kV Muara Bulian-Sarolangun menggantikan suplai dari pembangkit Independent Power Producer (IPP) exsisting sebesar 17,8 MW. Ini berpotensi menghemat 9,2 milyar rupiah per tahun.

Sementara itu, Gardu Induk 150 kV Sungai Penuh dan SUTT 150 kV Bangko-Merangin-Sungai Penuh menggantikan suplai listrik dari PLTD Koto Lolo sebesar 40 MW dan berpotensi menghemat 28 milyar rupiah per bulan. (AMH)

 

 

 

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan