PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

16 Mei 2018

Wujudkan Tarif Listrik Terjangkau, Pemerintah Dorong PLN Turunkan Susut Jaringan

Guna mewujudkan tarif listrik yang terjangkau, pemerintah terus mendorong efisiensi PT PLN (Persero). Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah dengan menurunkan susut jaringan tenaga listrik.

Untuk itu pemerintah melalui Kementerian ESDM berharap agar PLN dapat melakukan langkah-langkah strategis dan upaya nyata dalam penurunan susut jaringan ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy N Sommeng, saat membuka Verifikasi Susut Jaringan Triwulan I tahun 2018, di Semarang Jawa Tengah, Rabu (16/5). Menurut Andy, sepuluh tahun yang lalu angka susut jaringan masih dua digit. Saat ini sudah berkisar di angka 9%. "'Melalui kerja keras pemerintah dan PLN, susut jaringan perlahan-lahan bisa diturunkan," ujar Andy.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Djoko Rahardjo Abumanan melaporkan bahwa hingga akhir tahun 2017 lalu, susut jaringan mencapai angka 9,75%. "Hingga triwulan I tahun 2018 ini, angka susut jaringan sudah bisa ditekan lebih rendah dari penetapan tahun sebelumnya," tuturnya. Djoko mengungkapkan bahwa PLN terus berupaya mengendalikan susut jaringan salah satunya dengan optimalisasi metering dan meningkatkan penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL).

Selain peningkatan P2TL, Andy berharap PLN dapat melakukan perencanaan dan eksekusi workplan upaya penurunan susut jaringan. Sesuai Perdirjen 2785/20/DJL.1/2017, PT PLN diwajibkan menyusun roadmap penurunan susut jaringan lima tahunan dan target tahunan yang ditetapkan oleh Dirjen Ketenagalistrikan.

Andy menjelaskan bahwa hasil evaluasi tahun 2017 masih ada area dan rayon PLN yang nilai susutnya kategori hitam (lebih dari 13%) dan merah (antara 10-12,9%).  "Jika area dan rayon kategori merah dan hitam ini dapat menurunkan susutnya menjadi dibawah 10%, maka dipastikan susut jaringan nasional akan signifikan turun," kata Andy.

Selanjutnya ia berharap agar personil unit terdepan PLN di tingkat terbawah dapat fokus mengimplementasikan workplan upaya penurunan susut jaringan ini. "Area dan Rayon saya harap dapat memahami dan mengetahui kondisi aset yang dimiliki," tandas Andy.

Sebagai upaya menurunkan susut jaringan non teknis, Andy berharap P2TL yang dilakukan PLN apabila diperlukan dapat berkoordinasi dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) ketenagalistrikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan terkait penggunaan listrik secara ilegal. Apabila terdapat niat jahat yan didukung dua bukti permulaan yang cukup, PPNS dapat memproses secara hukum pelaku pengguna listrik secara ilegal, sehingga diharapkan timbul efek jera pelaku. (PSJ)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan