PENGUMUMAN

Keputusan Menteri ESDM Nomor 1772 k/20/MEM/2018 tentang Besaran Biaya Pokok Pembangkitan PT PLN (Persero) tahun 2017 dapat diunduh disini.

27 November 2017

Ditjen Gatrik Selenggarakan FGD Kerja Sama Energi ASEAN

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan selaku focal point kerja sama energi ASEAN menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Challenges & Opportunities in ASEAN Energy Cooperation" pada 26-28 November 2017 di Hotel Salak Heritage, Bogor. Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Alihuddin Sitompul dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD ini dimaksudkan sebagai sarana untuk menyatukan pandangan dan perspektif Indonesia terhadap tantangan dan kesempatan yang dapat dimaksimalkan oleh Indonesia pada kerja sama energi di kawasan regional ASEAN.

 

"Harapan kita di dalam forum-forum seperti ini, kawan-kawan di working group dapat duduk di sini dan menyampaikan berbagai masalah yang perlu dibicarakan di tingkat nasional," ujar Alihuddin. Salah satu yang disoroti Alihuddin adalah mengenai sertifikasi di ASEAN. Dia lalu mencontohkan sertifikasi tenaga ahli konservasi energi yang berpusat di Thailand.

 

"Jadi untuk bisa mendapatkan ahli konservasi ASEAN, harus mendapat sertifikasi dari Thailand. Kalau nanti ahli konservasi Indonesia tidak mendapatkan sertifikat ahli konservasi dari Thailand, kita tidak akan bisa menjadi expert di Manila, Laos, dan lainnya. Ini harus kita siasati. Kalau ini tidak kita sikapi, maka pasar-pasar akan dikuasi oleh orang-orang yang sudah disertifikasi di ASEAN," Alihuddin menjelaskan. Untuk itu, diperlukan strategi agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia dapat bersaing di level ASEAN.

 

"Kita harus menguasai SDM. Untuk menguasai SDM, kita harus melihat peta kekuatan SDM kita dan apa saja yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas agar kita bisa bermain di ASEAN," ungkapnya.

 

Pembicara yang hadir dalam FGD ini berasal dari Kementerian Luar Negeri, ASEAN Centre of Energy (ACE), BATAN, PT PLN (Persero), dan Direktorat Konservasi Energi Kementerian ESDM. Badariah Yosiyana dari ACE menjelaskan blue print energi ASEAN yang dikenal dengan ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation 2016-2025 (APAEC). Secara garis besar, tujuan APAEC adalah untuk meningkatkan konektivitas energi dan integrasi market di ASEAN untuk mencapai keamanan, akses, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi. Ada tujuh program dalam APAEC, yakni ASEAN Power Grid, Regional Energy Policy & Planning, Energy Efficiency & Conservation, Civilian Nuclear Energy, Trans ASEAN Gas Pipeline, Renewable Energy, dan Coal & Clean Coal Technology.

"Target APAEC adalah meningkatkan komponen energi terbarukan menjadi 23% pada bauran energi ASEAN di tahun 2025," ujar Badariah Yosiyana. Selain itu, dia melanjutkan, ASEAN juga ingin mengurangi intensitas energi sebesar 20% di tahun 2020 berdasarkan level 2005. (AMH)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan