PENGUMUMAN

04 Mei 2017

Hemat Energi Potong 10% menjadi Tema Temu Netizen Keempat

Suara riuh terdengar dari ruang rapat di Gedung Heritage Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jakarta pada Kamis (4/5) sore. Riuh itu berasal dari suara para peserta Temu Netizen yang dilaksanakan keempat kalinya oleh Kementerian ESDM. Tema bincang santai Temu Netizen kali ini adalah Hemat Energi Potong 10% : Aksi Nyata Wujudkan Listrik Berkeadilan.

Peserta acara yang terdiri dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, blogger, dan akademisi nampak antusias memperhatikan penjelasan oleh narasumber pertama, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Alihuddin Sitompul. Ali menjelaskan mengenai tujuan kampanye hemat energi potong 10%, "Potonglah 10% supaya apa, kalau mati-mati listrik disini itu kan karena gardunya overload sehingga butuh bangun gardu baru, gardu baru biaya. Padahal sementara kalo seluruh Jakarta ini memotong 10%, beban puncak 5.000 megawatt potong 10% maka tidak perlu gardu induk baru. Biaya bisa digunakan untuk membangun ditempat lain" ujar Ali.

Ali juga menjelaskan mengenai sumber energi pembangkit listrik Indonesia yang sebagian besar berasal dari batu bara. Pembangkit listrik energi batu bara di Indonesia menduduki peringkat terbanyak pertama dengan komposisi 55%, energi gas 26%, energi baru terbarukan 12%, dan energi yang berasal dari bahan bakar minyak sebanyak 7%. Menurut Ali, pemerintah sedang berusaha mengembangkan energi baru terbarukan sebagai sumber energi primer di masa yang akan datang, dan berusaha mengurangi energi batubara, gas, dan bbm yang cadangannya suatu saat akan habis.

Narasumber kedua yang mengisi acara Temu Netizen adalah Gita Lestari mewakili Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Gita menjelaskan mengenai gagasan kampanye hemat energi potong 10% yang digagas sejak bulan Mei tahun 2016. Kampanye potong 10% adalah salah satu upaya untuk menyebarkan listrik di Indonesia secara merata dan tidak berfokus di pulau Jawa saja. "Gerakan hemat energi potong 10% adalah gerakan bersama, jadi bukan hanya dari pemerintah tetapi juga dari pelaku bisnis, industri, organisasi, dan masyarakat sipil. Dengan melakukan kegiatan bersama, kita bersama-sama mendorong memberi keadilan (listrik) bagi saudara-saudara kita," ujar Gita.

Gita menyebutkan langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan setiap individu untuk ikut serta dalam kampanye hemat energi potong 10%. Diantaranya adalah mematikan lampu atau peralatan elektronik yang tidak terpakai, hindari alat elektronik dalam posisi standby, dan mencabut semua kabel peralatan elektronik apabila sudah tidak digunakan.

Konsumsi listrik di Indonesia menurut Gita masih cukup besar di kelompok rumah tangga dimana pemakaian listrik rumah tangga kurang produktif apabila dibandingkan dengan pemakaian listrik di kelompok industri. Maka kelompok yang perlu melakukan penghematan energi adalah kelompok rumah tangga. Gita mengajak peserta Temu Netizen untuk ikut serta melakukan penghematan energi dimulai dari diri sendiri. "Ayo kita lakukan penghematan potong 10% di kota-kota, dan biaya yang tadinya digunakan untuk menutupi beban puncak di kota besar, akan dialihkan untuk melistriki dan membangun di Indonesia bagian timur, itu yang namanya energi berkeadilan," tutup Gita.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta kepada nara sumber. Kemudian diadakan sesi diskusi dengan membagi peserta Temu Netizen menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok diberikan studi kasus mengenai hemat energi potong 10%. Peserta Temu Netizen tampak antusias dari acara dimulai hingga acara berakhir. Peserta Temu Netizen berharap Kementerian ESDM akan terus menyelenggarakan kegiatan ini sebagai wadah peserta menambah wawasan mengenai energi. (UH)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan