PENGUMUMAN

22 Maret 2017

Sistem Interkoneksi Lintas Negara Bawa Manfaat Besar Bagi Perekonomian Rakyat

Interkoneksi listrik Kalimantan Barat – Sarawak Malaysia melalui jalur 275 kV yang telah berlangsung sejak Januari 2016 adalah sebuah capaian besar dalam hubungan kerja sama Indonesia – Malaysia. Kemitraan ini diharapkan membawa manfaat besar bagi perekonomian masyarakat, baik di Serawak Malaysia maupun bagi masyarakat di Kalimantan Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman saat menerima kunjungan dari Humas PT PLN Wilayah Kalimantan Barat terkait wawancara satu tahun pelaksanaan interkoneksi listrik Kalbar – Serawak, Rabu (22/3).

Perencanaan interkoneksi Kalbar- Serawak sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2008 dimana beban puncak di Kalbar diprediksi akan tumbuh 7% per tahun. PLN telah membatasi pengembangan pembangkit di Kalimantan barat, sementara Sarawak memiliki kelebihan daya.  Untuk itu, Jarman mengucapkan selamat atas berlangsungnya sistem interkoneksi antar negara yang pertama di Indonesia.  “Dengan cara seperti ini pembangkit-pembangkit diesel di Kalbar hanya digunakan sebagai cadangan,” ungkap Jarman.

Sistem kelistrikan interkoneksi antar negara sedang digalakkan di kawasan di Asia Tenggara. Praktek sistem interkoneksi yang disebut dengan ASEAN Power Grid ini telah dilakukan antara Thailand dan beberapa negara tetangga di utara, maupun dengan kawasan di utara Malaysia. “Praktek interkoneksi ini merupakan implementasi ASEAN Power grid untuk memperkuat keandalan listrik di kawasan Asia tenggara,” ungkap Jarman. Sistem interkoneksi selanjutnya yang akan berjalan di Indonesia adalah sistem interkoneksi Riau – Semenanjung Malaysia dimana Indonesia yang menggunakan bahan bakar batubara akan mengekspor listrik ke semenanjung Malaysia yang harga listriknya cukup mahal.

Sistem interkoneksi di Kalimantan Barat juga disebut sesuai dengan nawa cita pemerintahan Kabinet Kerja, dimana kebutuhan listrik untuk daerah perbatasan merupakan prioritas pemerintah saat ini. Provinsi Kalbar yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia membutuhkan sistem kelistrikan yang handal untuk menggerakkan roda perekonomian. Sistem interkoneksi ini juga memungkinkan listrik dijual kepada masyarakat dengan harga yang wajar sebab pengelolaannya dilakukan secara efisien.  Jarman berharap sistem ini bisa menginspirasi sistem interkoneksi yang dapat dibangun ke depan seperti misalnya antara Kalimantan Utara atau Kalimantan Timur dengan Sabah Malaysia. Hal ini tentu menjawab tantangan pemerintah untuk memperkuat jaringan dan pasokan listrik dalam negeri sebagai upaya memenuhi masyarakat permintaan yang terus meningkat. (PSJ)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan