PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

24 Januari 2017

Dirjen Ketenagalistrikan Hadiri Pertemuan Special SOME di Myanmar

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman selaku ASEAN Senior Official on Energy (SOE) Leader Indonesia menghadiri Pertemuan the Special Senior Oficial Meeting on Energy (SOME) pada Selasa (24/01) di Yangon, Myanmar. Pada kesempatan tersebut, Jarman didampingi oleh pejabat diplomat dari Kerjasama Ekonomi ASEAN KEMLU, KBRI Yangon, dan Koordinator Nasional ASCOPE Pertamina.

Pertemuan dibuka oleh Htein Lwin, Permanent Secretary Kementerian Energi dan Ketenagalistrikan Myanmar sekaligus SOE Leader Myanmar. Pertemuan dihadiri oleh para SOE Leader atau wakilnya dari 10 negara ASEAN, Secretary in Charge (SiC) of Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities (HAPUA), SiC of ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE), Executive Director of ASEAN Center for Energy (ACE), dan Perwakilan ASEAN Secretariat (ASEC). Delegasi Indonesia terdiri dari pejabat Ditjen Ketenagalistrikan, wakil dari Pertamina dan pejabat diplomat dari Ditjen KSA Kementerian Luar Negeri.

Special SOME ini membahas agenda terkait keputusan dan tindaklanjut yang diperlukan dari hasil Pertemuan ke-34 ASEAN Ministers of Energy Meeting (AMEM) dan pertemuan terkait lainnya, seperti implementasi ASEAN Plan of Action on Energy Cooperation (APAEC) Fase I 2016-2020. Pembahasan pertemuan ini mengenai capaian Tahun 2016 dan program prioritas Tahun 2017 dari sejumlah program area (i) ASEAN Power Grid (APG), (ii) Trans-ASEAN Gas Pipeline (TAGP), (iii) Coal and Clean Coal Technology (CCT), (iv) Energy Efficiency and Conservation (EE&C), (v) Renewable Energy (RE), (vi) Regional Policy and Planning (REPP), dan (vii) Civilian Nuclear Energy (CNE). Pertemuan menyepakati sejumlah prioritas kerjasama energi ASEAN tahun 2017 antara lain:

  • Penyelesaian pembentukan formasi kelembagaan ASEAN Power Grid (APG), yaitu APG Transmission System Operator, dan APG Generation and Transmission System Planning, dan pelaksanaan studi pendahuluan aspek komersial ASEAN LNG Destination Contracts untuk mendukung ASEAN energy connectivity.
  • Harmonisasi standard kinerja Efisiensi Energi untuk Air Conditioners (AC) dan pengembangan draft Policy Roadmap for Minimum Energy Performance Standards for Lighting.
  • Pembentukan focal point dan mekanisme koordinasi untuk mempertahankan pembaharuan data dan informasi dalam ASEAN Coal Database and Information System (ACDIS).
  • Penerbitan publikasi tentang rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan konektivitas dan integrasi kerjasama energi di ASEAN, misalnya: i) ASEAN Energy Cooperation Report, ii) Renewable Energy Financing Support Mechanism/Guidelines, dan iii) 5th ASEAN Energy Outlook (AEO5).
  • Pelaksanaan program kerja ASEAN-Canada on Nuclear Energy Cooperation.

Pertemuan ke-19 ACE Governing Council berlangsung keesokan harinya, yakni Rabu (25/01) yang berlangsung untuk mengevaluasi operasional ASEAN Center for Energy (ACE) termasuk administrasi kepegawaian dan keuangan. Saat ini ACE dalam tahapan awal bertransformasi menjadi lembaga regional centre of excellence yang membangun agenda dan strategi kebijakan energi ASEAN yang terpadu, terarah dan terkoordinasi. Pertemuan menyimpulkan operasional ACE berjalan dan bertumbuh wajar dan normal.

Terdapat sejumlah isu yang menjadi perhatian para Pejabat Tinggi Energi ASEAN, namun mereka berkomitmen memberikan dukungan agar ACE dapat tetap beroperasi dan terus mengembangkan diri. (RBS)

--- ý ---

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan