PENGUMUMAN

Keputusan Menteri ESDM Nomor 1772 k/20/MEM/2018 tentang Besaran Biaya Pokok Pembangkitan PT PLN (Persero) tahun 2017 dapat diunduh disini.

03 Februari 2017

Dirjen Ketenagalistrikan: Pertumbuhan Ekonomi dan Energi Saling Mempengaruhi

Pertumbuhan ekonomi dan energi merupakan mata rantai yang saling mempengaruhi. Pertumbuhan ekonomi membutuhkan tambahan kebutuhan energi, disisi lain ketersediaan akses terhadap energi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman saat menyampaikan sambutan Menteri ESDM dalam CEO Gathering Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (3/2).

Jarman menyampaikan bahwa untuk menjaga kesinambungan pasokan energi dengan memanfaatkan sebesar-besarnya sumber daya energi dan kapasitas pembangunan nasional, Pemerintah telah menetapkan Peta Jalan Pengembangan Energi melalui Kebijakan Energi Nasional (KEN). “Arah pengembangannya menuju kepada terciptanya keseimbangan bauran energi,” ujarnya. Jarman menjelaskan, target capaian bauran energi pada tahun 2025 yaitu: minyak bumi sebesar 25%, gas bumi sebesar 22%, batubara sebanyak 30%, dan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23%.

Jarman menyampaikan kepada peserta CEO Gathering bahwa pada sisi penggunaan, pemerintah terus mendorong terciptanya tingkat penggunaan energi yang memadai dengan pola pemanfaatan yang efisien dengan berprinsip pada konservasi energi serta disalurkan dengan tata kelola penyediaan dan pendistribuan yang merata di seluruh wilayah nusantara secara efektif.

Pembangunan EBT

Untuk mencapai target bauran energi yang telah diamanahkan dalam KEN, Pemerintah terus mendorong terlaksananya pembangunan sumber-sumber energi EBT untuk dapat memberikan keseimbangan pasok berdampingan dengan pasokan dari sumber energi fosil yang selama ini mendominasi pasokan energi nasional. Dalam outlook pembangunan pembangkit listrik dari EBT di tahun 2017, Porsi EBT pada bauran energi diharapkan naik hingga mencapai 11%. Untuk itu target kinerja pemerintah terkait EBT di tahun 2017 antara lain pembangunan PLT Panas Bumi (PLTP) sebesar 1.438,5 MW, pembangunan PLTS & PLTM/MH sebesar 291,7 MW, pembangunan PLT Bioenergi sebesar 2.093 MW, serta produksi Bahan Bakar Nabati (BBN) sebesar 4,60 Juta KL.

Untuk mempercepat pengembangan EBT, pemerintah mengeluarkan permen ESDM nomor 12 tahun 2017 tentang Pemanfaatan energi terbarukan untuk pengediaan listrik. Salah satu pengaturannya terkait dengan Feed-In Tarif, yang diberikan paling tinggi sebesar 85% dari biaya pokok produksi (BPP) pembangkitan pada sistem ketenagalistrikan setempat, serta paling tinggi sebesar 100 % BPP setempat untuk pembangkit PLTSa dan PLTP atau ditetapkan sesuai sesuai kesepakatan pengembangan PLTP dan PLTSa dengan PLN pada sistem Jawa, Bali dan Sumatera.

Jarman menyampaikan bahwa pengembangan energi baru dan terbarukan tidak hanya dimaksudkan untuk sekedar menjadi pilihan alternatif namun juga diharapkan menjadi solusi bagi sebagian masyarakat di penjuru Indonesia yang masih terisolir dari jaringan listrik PLN untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Sebagai langkah antisipasi dan akselarasi pengelolaan dan pemanfaatan energi kementerian ESDM juga berinisiatif untuk menghimpun dana ketahanan energi dari dunia usaha. Kedepannya, diharapkan dana ini dapat digunakan sebagai backbound pembiayaan-pembiayaan infrastruktur pembangunan pembangkit (on-grid/off-grid), program konservasi energi, research and development, insentif EBT dan program-program pengembangan EBT lain bagi kesejahteraan rakyat. (PSJ)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan