PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

20 Desember 2016

Sektor ESDM Siap Hadapi Natal 2016 dan Tahun Baru 2017

Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap menghadapi perayaan natal tahun 2016 dan tahun baru 2017. Dari sub sektor ketenagalistrikan dilaporkan bahwa pasokan listrik rata-rata nasional pada saat libur natal dan tahun baru dipastikan aman dan pasokan dipastikan cukup. Pemerintah telah berkoordinasi dengan PT PLN untuk memastikan kesiapan pasokan listrik di beberapa tujuan wisata serta tujuan mudik untuk libur natal dan tahun baru. Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada saat konferensi pers menjelang natal dan tahun baru yang digelar di Kantor Kementerian ESDM,  Jakarta, Selasa (20/12).

Dalam konferensi pers yang dihadiri pula oleh Dirjen Migas, Direktur Utama PT Pertamina, serta perwakilan dari unit Eselon I Kementerian ESDM, Jonan menjelaskan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak untuk masing-masing jenis aman dan dengan cadangan yang cukup. “Sistem kelistrikan sendiri untuk sistem jawa bali dilaporkan dalam kondisi normal, sedangkan untuk sistem luar jawa bali secara umum dalam kondisi cukup,” jelas Jonan.

Dari Buku Panduan Persiapan Natal dan Tahun Baru sektor ESDM, kondisi sistem kelistrikan pada periode H-3 Natal 2016 s.d. H+7 Tahun Baru 2017 secara umum dilaporkan dalam kondisi Cukup, dimana daya mampu pembangkit sebesar 39.778,49 MW dan beban puncak sebesar 29.271,55 MW sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 10.506,93 MW.

Kondisi penyediaan tenaga listrik saat hari raya Natal 2016 pada umumnya berada pada kondisi normal dan beberapa wilayah berada pada kondisi siaga. Wilayah yang mengalami kondisi siaga antara lain Kepri, Batam, Belitung, Kalbar, Kalselteng, Kendari, Jayapura, Sorong, dan Kupang. Yang dimaksud kondisi sistem siaga adalah ‘tidak ada pemadaman, cadangan operasi kurang dari unit terbesar’.

Berdasarkan pengalaman selama ini, beban puncak pada Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan beban puncak pada kondisi hari kerja (proyeksi berkurang sekitar 10%), dikarenakan pada hari tersebut industri yang mengkonsumsi tenaga listrik yang sangat besar dan perkantoran berhenti beroperasi (libur). Prakiraan kondisi penyediaan tenaga listrik saat Tahun Baru 2017 pada Sistem Kelistrikan Regional Jawa Bali, Regional Sumatera dan Regional Indonesia Timur berada pada kondisi ‘pasokan cukup’.

Untuk menjaga pasokan listrik tetap aman, Kementerian ESDM menghimbau masyarakat pelanggan PLN agar tetap menjalankan ‘gerakan hemat listrik’, untuk tidak berlebihan menggunakan listrik. Pemerintah juga meminta PT PLN untuk tidak melakukan pekerjaan/pemeliharaan yang dapat mengganggu pasokan listrik pada H-3 s.d. H+7  kecuali pekerjaan perbaikan yang disebabkan gangguan. (PSJ)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan