PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

08 Desember 2016

Dirjen Ketenagalistrikan Paparkan Capaian Kinerja 2016 dan Outlook 2017

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman, pada Kamis (8/12) menyampaikan Capaian Kerja Sub Sektor Ketenagalistrikan tahun 2016 sekaligus Outlook Tahun 2017. Paparan tersebut disampaikan dalam acara Diskusi Akhir Tahun Ketenagalistrikan yang digelar di Mercantile Athletic Club, World Trade Center, Jakarta. Selain Jarman, hadir pula Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero) Nicke Widyawati, Presiden Komisioner PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Muhammad Effendi, serta pengamat energi Febby Tumiwa  sebagai narasumber. Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia Arif Budi Susilo ditunjuk menjadi moderator dari diskusi terbatas ini. Diskusi ini dibuka oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dan dihadiri pula oleh Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar.

Jarman dalam presentasinya menyampaikan bahwa tambahan kapasitas pembangkit listrik hingga saat ini mencapai 3.166 MW, dengan rincian 2.226 MW pembangkit telah COD, dan 940 MW pembangkit dalam tahap komisioning. “Rasio elektrifikasi hingga September 2016 dilaporkan mencapai 89,86%, dan prognosa hingga akhir tahun 2016 adalah 90,15%,” ungkap Jarman.

Indikator lain yang digunakan sebagai penentu keberhasilan kinerja sub sektor ketenagalistrikan adalah konsumsi listrik perkapita. Hingga Agustus 2016, konsumsi listrik per kapita di Indonesia mencapai 947,7 kWh, dan prognosa hingga akhir Desember 2016 akan mencapai 956 kWh/kapita. Prosentase susut jaringan tenaga listrik juga menjadi indikator keberhasilan sub sektor ketenagalistrikan. Hingga September 2016, susut jaringan tenaga listrik mencapai 8,73%. Menurut Jarman prognosa hingga Desember nanti susut jaringan akan turun menjadi 8,68%. Terkait besaran subsidi listrik, hingga akhir tahun ini subsidi listrik diperkirakan akan mencapai 59,2 Triliun.

Setelah menyampaikan capaian tahun 2016, Jarman memaparkan juga outlook sub sektor ketenagalistrikan tahun 2017. Rasio elektrifikasi di tahun 2017 nanti diperkirakan mencapai 92,75%, sesuai dengan target Renstra KESDM 2015-2019. Tambahan kapasitas pembangkit listrik di tahun 2017 ditargetkan mencapai 4.487 MW, sesuai dengan target RUPTL PLN 2016-2025. Konsumsi listrik ditargetkan akan naik menjadi 1.058 kWh/kapita, dan subsidi listrik turun menjadi 44,98 Triliun. Susut jaringan tenaga listrik direncanakan turun menjadi 8,55% dan komposisi BBM pada bauran energi untuk pembangkit listrik turun menjadi 4,66%.

Nicke Widyawati dalam presentasinya menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan ketenagalistrikan serta update pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW. Selain itu, Nicke juga memaparkan progres kesiapan pembangunan transmisi 46. 000 kms, dan gardu induk 108.000 MVA yang ditargetkan selesai tahun 2019. Nicke juga menyampaikan bahwa sebagai komitmen untuk pengembangan energi baru terbarukan, pada 5 Desember lalu PLN telah menandatangani nota kesepahaman dengan 7 Pemerintah Kota terkait pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Muhammad Effendi dari BPI banyak menceritakan terkait mailstone PLTU Batang (2 x 1000 MW) dimana pada awal pembangunan sangat banyak hambatan terkait pengadaan tanah. Effendi mengapresiasi langkah pemerintah sebab dengan berbagai dukungan yang telah dilakukan, saat ini progres PLTU Batang telah mencapai 20% dan diperkirakan COD pada tahun 2020. Febby Tumiwa dalam paparannya mengharapkan agar kebijakan pemerintah terkait feed in tarif bisa lebih kompetitif.  Ia juga berharap program pemerintah yang akan melistriki 2.500 desa dapat dilaksanakan dengan baik. Ia juga mengingatkan agar pemerintah dan PT PLN dapat berkoordinasi dengan baik agar program 35.000 MW dapat berjalan dengan lancar. (PSJ)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan