PENGUMUMAN

28 September 2016

Wapres Minta Masyarakat Hemat Listrik

Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik sehari-hari. Hal itu perlu dilakukan untuk menekan angka subsidi yang diberikan negara terhadap salah satu kebutuhan dasar tersebut. Saat membuka Konferensi Hari Listrik Nasional ke-71 di Jakarta, Kalla menyampaikan, subsidi listrik terbesar yang pernah dibayarkan negara adalah pada 2014. Saat itu subsidi listrik mencapai Rp 100 triliun dari total Rp 390 subsidi yang didisitribusi negara.

"Padahal dengan Rp 100 triliun kita bisa bangun (pembangkit listrik) 10 ribu megawatt listrik. Jadi ongkos keterlambatan adalah larinya ke subsidi," kata Wapres, Rabu (28/9/2016) seperti diberitakan kompas.com.Penghematan yang dilakukan masyarakat, bisa membuat pemerintah menebus kelambatan pembangunan infrastruktur listrik.

Saat ini, menurut Kalla, pembangunan proyek listrik 35 ribu megawatt merupakan hal mendesak dilakukan. "Karena itu angka itu menjadi angka yang populer diucapkan pejabat, seakan angka keramat yang harus kita selesaikan. Dan itu memang angka yang harus diselesaikan agar tidak mengurangi sejarah kesalahan masa lalu," kata dia.

Lebih jauh, ia mengatakan, masyarakat perlu belajar dari kesalahan yang dilakukan Venezuela. Ia menuturkan, dua pekan lalu dirinya baru saja mengunjungi negara yang kaya akan sumber daya mineral tersebut. Ironisnya, Pemerintah Venezuela hanya mampu menyediakan kebutuhan listrik bagi warganya selama lima hari dalam seminggu. Dua hari sisa, listrik padam. "Itu karena dia menjual sumber daya alamnya, termasuk kepada rakyatnya murah. Ketika menjual murah energi, maka orang tidak mau berhati-hati memakai energi," ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah bukan tidak bersedia menyediakan listrik murah. Namun, ia meminta, masyarakat lebih menghargai penggunaan energi listrik untuk kebutuhan sehari-hari.

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan