PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

18 November 2016

Dana Penghematan Subsidi Listrik Dialihkan Untuk Membangun Transmisi

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menggelar acara Coffee Morning dalam rangka sosialisasi kebijakan subsidi listrik tepat sasaran di Jakarta (18/11). Dalam acara tersebut dibahas mengenai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan juga Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 tahun 2016 tentang Mekanisme Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik untuk Rumah Tangga. Pada acara tersebut tampak hadir Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun, Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan TNP2K Ruddy Gobel, dan Direktur Eksekutif Bank Indonesia Juda Agung.

Acara Coffee Morning dibuka oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman. Jarman mengatakan bahwa dari data tahun 2016, rasio elektrifikasi di Indonesia 89.5%. Artinya masih ada 10.5% masyarakat yang belum mendapatkan aliran listrik. "Kalau dilihat dari data, kira-kira tujuh juta kepala keluarga belum menikmati listrik, kalau dikalikan empat orang dalam satu keluarga, jadi hampir ada 28 juta orang belum berlistrik," ujar Jarman.

Jarman menuturkan bahwa usaha-usaha perlu dilakukan untuk memberikan listrik secara merata untuk seluruh masyarakat dan mencapai target rasio elektrifikasi 97% tahun 2019. Pembangunan transmisi infrastruktur listrik ke seluruh daerah pelosok dan pulau-pulau kecil di Indonesia tentunya membutuhkan dana yang besar. Dana yang diperlukan untuk membangun transmisi ini menurut Jarman bisa diperoleh dari penghematan subsidi listrik yang tidak tepat sasaran. Pengalihan subsidi yang tidak tepat sasaran dari golongan masyarakat mampu 900 VA akan dipindahkan untuk membangun infrastruktur transmisi bagi daerah yang masyarakatnya saat ini belum mendapatkan listrik sehingga diharapkan nantinya semua masyarakat bisa menikmati listrik.

"Diharapkan kemudian kepada masyarakat yang mampu yang dicabut subsidinya, mohon pengertiannya bahwa ini semata-mata untuk menolong saudara-saudara kita yang saat ini belum menikmati listrik," tutup Jarman. (UH)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan