PENGUMUMAN

Keputusan Menteri ESDM Nomor 1772 k/20/MEM/2018 tentang Besaran Biaya Pokok Pembangkitan PT PLN (Persero) tahun 2017 dapat diunduh disini.

12 November 2016

Dirjen Ketenagalistrikan Pantau Kesiapan Evakuasi Daya PLTP Sarulla

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman pada Sabtu (12/11) meninjau Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla, di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Proyek PLTP Sarulla terdiri atas dua lokasi yaitu SIL Power Plant yang terletak di Silangkitang  (110 MW), serta NIL Power Plant yang terletak di Namora Langit ( 2 x 110 MW). Kunjungan kerja ini fokus pada SIL Power Plant yang dijadwalkan akan Commercial of Date (COD) atau beroperasi pada November 2016. Dalam kunjungan kerja tersebut, Jarman didampingi Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Alihuddin Sitompul, Kepala Subdit Kerjasama Ketenagalistrikan Benhur Tobing, serta Kepala Seksi Evaluasi Investasi Trinaldy Konnery Naibaho.

Sebelum menuju PLTP Sarulla di Silangkitang, Dirjen bersama rombongan terlebih dahulu meninjau Gardu Induk Sarulla 275/150 kV. Manager UPK yang membawahi Sarulla, Ranton Bintang menjelaskan bahwa GI Sarulla 275/150 kV dipersiapkan untuk membantu mengevakuasi daya yang dihasilkan dari NIL Power Plant (2x110 MW), sedangkan untuk mengevakuasi daya dari SIL Power Plant akan menggunakan jaringan 150 kV existing dengan melakukan penambahan sambungan (T-Line) ke Gardu Induk yang berada di lokasi SIL Power Plant.

Pada diskusi yang dilaksanakan di kantor SIL Power Plant, Site Construction Manager Sarulla Rodel M. Briones menjelaskan bahwa untuk PLTP Sarulla ini menggunakan teknologi Binary Cycle Power Plants (BCPP), yang merupakan teknologi pertama yang diterapkan di Indonesia. Pada teknology BCPP ini akan dilakukan reinject fluida geothermal  100%, menggunakan system air-cooling dan multiple modular units. Briones juga menjelaskan bahwa jumlah tenaga kerja yang terlibat untuk pelaksanaan pembangunan PLTP Sarulla ini sebanyak 3.399 orang dengan komposisi 42,39% tenaga kerja lokal setempat (Tapanuli Utara), 53,37% dari luar Tapanuli Utara dan 4,24% tenaga kerja asing.

Pada hari yang sama, Dirjen Ketenagalistrikan Jarman juga melakukan kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Sicanang. Kedatangan Dirjen Ketenagalistrikan dan rombongan disambut oleh Manager sektor Pembangkitan Belawan Leonardus Sitinjak. Leonardus menginformasikan  proses regasifikasi gas Arbel (Arun Belawan), dimana  regasifikasi yang dilakukan oleh Perta Arun Gas (PAG) dan selanjutnya diangkut melalui pipa sepanjang sekitar 340 km dari Arun ke Belawan oleh Pertagas. Sesuai penjelasannya, Gas Arbel ini mulai mengalir sejak tanggal 14 Maret 2015. Dijelaskan juga bahwa rata-rata nominasi/pemakaian PLN sektor Belawan harian sekitar 95 MMSCFD.

Di malam hari, Dirjen beserta rombongan menyempatkan mengunjungi Unit Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara yang berada di Jl. Yos Sudarso-Medan. Pada saat memasuki ruang pengaturan, terlihat beban grafik beban untuk Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sebesar 1.813 MW sedangkan beban terlayani sebesar 1.719 MW dan Daya Mampu Pembangkit sebesar 1.649 MW (status tanggal 12 Nopember 2016 pukul 19.00 WIB). Untuk memperkuat sistem Sumbagut ini di malam hari, dilakukan transfer daya dari Inalum sebesar 49 MW dan transfer daya dari Sumut ke Aceh sebesar 86 MW. Dalam diskusi bersama petugas UPB, disampaikan bahwa dengan adanya rencana tambahan daya dari PLTP Sarulla, diharapkan dapat membantu memperbaiki sistem kelistrikan di Sumatera Bagian Utara (TK/PSJ).  

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan