PENGUMUMAN

10 November 2016

Ignasius Jonan Tegaskan Perubahan Harus Dimulai dari Diri Sendiri

“Perubahan mulainya dari sendiri. Jadi kalau karena arahan atasan harus berubah, tapi kita sendiri tidak mau berubah, itu akan sulit. Reform has to come from ourselves,” ujar Ignasius Jonan, mengawali sesi One Hour University di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini (10/11). One Hour University yang diadakan untuk kali keenam ini menghadirkan Ignasius Jonan sebagai pembicara.

Kepala BPSDM Djadjang Sukarna menyampaikan bahwa Jonan diundang untuk berbagi pengalaman mengenai perubahan dan inovasi yang dia lakukan saat menjabat sebagai Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI). Jonan menceritakan strateginya untuk mengurangi kecelakaan kereta api saat itu.

“Kalau kecelakaan (kereta api) kenapa terjadinya Sabtu dan Minggu? Itu karena Sabtu dan Minggu semua pimpinan libur sementara kereta terus jalan, frekuensinya semakin sering. Saya ubah pelan-pelan,” ungkap Jonan. Dia mengatur cara supaya pimpinan bergantian piket di kedua hari tersebut.

“Banyak protes awalnya,” Jonan mengatakan, “tapi (strategi) itu mengurangi kecelakaan sampai 70%.”

Jonan kemudian mengutip kata-kata Bill Gates yang menyatakan bahwa invention (perubahan besar) itu bukan karena knowledge (pengetahuan), tapi karena dua hal, yakni passion (gairah/semangat) dan persistence (kegigihan).

Tak hanya tentang perubahan dan inovasi, Jonan yang dilantik menjadi Menteri ESDM pada 14 Oktober 2016 yang lalu pun membagikan pemikirannya mengenai kepemimpinan (leadership). Menurutnya, pemimpin harus bisa memberikan contoh.

“Kalau menyuruh orang, kita harus bisa melakukan sendiri. Jangan menyuruh kalau kita sendiri tidak mau,” tegas Jonan

Jonan mencermati orang-orang yang saat menduduki kursi pemimpin menjadi malas terjun ke lapangan dan hanya menjadi pen pusher (orang yang hanya bisa tanda-tangan).

“Kalau begini, tidak bisa diubah. Nobody can change the reality unless we live the reality,” Jonan  menyampaikan.

Saat sesi tanya jawab, Ahmad Amiruddin dari Ditjen Ketenagalistrikan menanyakan cara supaya cepat beradaptasi dengan lingkungan agar cepat belajar.

Jonan menjawab, “Saya pasti belajar dulu. Orang jadi pemimpin itu tidak penting dia menjadi hebat, yang penting adalah bisa mengubah ke arah yang lebih baik. Dia lihat dulu, kalau sudah baik, jangan diubah-ubah. Kalau kurang baik, kita hitung (evaluasi) dan sebagainya. Jangan terus maunya sendiri, biar terkenal.”

Dalam sesi yang berlangsung sekitar satu setengah jam ini, Jonan menampilkan beberapa kutipan inspiratif dari orang terkenal seperti Haruki Murakami dan Mother Teresa yang dianggap relevan dengan materi tentang inovasi dan kepemimpinan yang disampaikan. Salah satu perkataan Mother Teresa yang Jonan kutip berbunyi, “Not all of us can do great things. But we can do small things with great love.” Jonan kemudian menegaskan kembali, “Kalau tidak bisa melakukan kesempatan dalam hal besar, paling tidak kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan sungguh-sungguh.”

One Hour University merupakan sesi berbagi pengalaman yang diiniasiasi oleh BPSDM sejak tahun lalu. Dalam acara ini diundang para tokoh yang telah melakukan inovasi atau perubahan yang bermakna dengan tujuan memotivasi dan menginspirasi serta menambah wawasan kalangan internal Kementerian ESDM. Dalam acara kali ini turut hadir Dirjen Ketenagalistrikan Jarman dan Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Agoes Triboesono, serta pejabat dan pegawai Kementerian ESDM. (AMH)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan