PENGUMUMAN

Keputusan Menteri ESDM Nomor 1772 k/20/MEM/2018 tentang Besaran Biaya Pokok Pembangkitan PT PLN (Persero) tahun 2017 dapat diunduh disini.

28 Oktober 2016

Arahan Menteri ESDM Terkait Subsektor Ketenagalistrikan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta agar proses perizinan listrik bisa lebih cepat lagi. Kementerian ESDM selama ini telah berhasil mengurangi proses perizinan listrik hingga lebih cepat 72%. Proses yang awalnya 923 hari turun menjadi 526 hari. Akan tetapi Jonan melihat proses perizinan ini bisa dipersingkat lagi. Jonan mengatakan hal tersebut saat memberikan pengarahan pada pegawai Ditjen Ketenagalistrikan di Auditorium Samaun Samadikun, Gedung Ditjen Ketenagalistrikan hari ini (28/10).

“Pak Jokowi itu concern sekali akan proses pengurusan izin. Nanti kita coba duduk bersama untuk mengurangi proses itu,” ujar Jonan.

Selain masalah perizinan, Jonan juga menaruh perhatian pada pemerataan distribusi listrik. “Harapan kita semua, pemerataan distribusi listrik musti ada. Sila kelima (Pancasila – red) sulit dicapai kalau itu tidak terjadi,” Jonan menuturkan. Dia mengatakan hal ini merupakan tanggung jawab yang besar pada negara untuk membangun peradaban yang lebih baik bagi masyarakat.

Agar mencapai pemerataan tersebut, wilayah Indonesia harus terlistriki dari ujung barat hingga ujung timur. Untuk daerah-daerah bagian timur Indonesia seperti Papua, Jonan menyarankan pembangunan pembangkit dengan sistem off grid. Menyadari kondisi geografis tiap daerah yang berbeda-beda, Jonan menyatakan pembangunan pembangkit harus disesuaikan pula dengan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah tersebut. “Kalau mau off grid, per daerah masing-masing supaya independen,” tuturnya. Karena, dia melanjutkan, jika di Papua dibangun sistem on grid seperti di Jawa, biayanya akan sangat besar.

Sinergi dengan pihak lain penting untuk dilakukan. Jonan menyampaikan agar Ditjen Ketenagalistrikan selaku regulator bisa bekerja sama dengan baik dengan PT PLN (persero) sebagai BUMN yang paling erat kaitannya dengan subsektor ketenagalistrikan. Koordinasi dengan sesama unit eselon I di Kementerian ESDM, yakni dengan Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) juga perlu terus dilakukan karena adanya bahasan yang beririsan terkait listrik.

Selain memberikan pengarahan, Jonan yang baru dilantik sebagai Menteri ESDM pada 14 Oktober 2016 yang lalu ini juga berkenalan dengan pegawai Ditjen Ketenagalistrikan. Sebelumnya, Jonan sudah pula mengunjungi unit eselon I lainnya di Kementerian ESDM seperti Sekretariat Jenderal, SKK Migas, Ditjen Migas, dan Ditjen Minerba. Jonan akan melanjutkan kunjungannya ke unit eselon I lainnya minggu depan. (AMH)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan