PENGUMUMAN

27 Oktober 2016

Menteri Jonan: Yang Penting Pemerataan Listrik di Indonesia

Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional Ke-71, pada hari Kamis (27/10) diselenggarakan Coffee Morning bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, di Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM. Acara ini merupakan penutup dari rangkaian acara peringatan Hari Listrik Nasional. Acara dihadiri oleh ketua beserta segenap anggota Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), dari PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero serta para pejabat di lingkungan Kementerian ESDM.

Pada acara tersebut Jonan menyampaikan bahwa yang paling penting dari listrik adalah pemerataan di seluruh wilayah Indonesia. Listrik untuk fasilitas umum seperti penerangan jalan dan lainnya juga harus dipenuhi, bukan hanya rumah penduduk yang dialiri listrik. Di daerah-daerah masih ada yang hampir semua rumahnya teraliri listrik akan tetapi saat malam hari jalanannya gelap gulita. Jonan berharap nantinya sudah tidak ada lagi kondisi seperti ini. Bagi Jonan, rasio elektrikasi dianggap bukan yang paling penting, akan tetapi pemerataannya.

Untuk daerah-daerah timur Indonesia seperti Papua, Jonan menyarankan untuk pembangkit dengan sistem off grid. "Pemerintah tidak melihat dari bisnis akan tetapi melihat geografi, untuk wilayah timur atau provinsi-provinsi yang sifatnya kepulauan menurut saya sebaiknya off grid apakah itu hydro, surya, dan lain-lain agar tidak costly," tegas Jonan. Di daerah Indonesia timur yang terdiri dari kepulauan dengan wilayah yang luas, menurut Jonan akan tidak efektif apabila dibangun pembangkit yang mengharuskan pengiriman bahan baku seperti gas yang ongkos pengirimannya saja sudah sangat tinggi. Pembangunan pembangkit listrik sistem off grid juga harus diimbangi  dengan kualitas yang baik agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Jonan menginginkan PLN untuk menjadi leading dalam program listrik di Indonesia, akan tetapi bila tidak bisa maka akan diserahkan ke pihak swasta. Menurut Jonan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa apa-apa yang bisa dikerjakan oleh swasta maka dikerjakan swasta terlebih dahulu, apabila tidak bisa maka didorong oleh BUMN, apabila tidak bisa juga baru dari APBN karena keterbatasan APBN tersebut. PLN juga diminta untuk fokus di transimisi kelistrikan karena apabila pembangkit sudah dibangun akan tetapi transmisi tidak ada maka kelistrikan nasional tidak akan berjalan dengan baik.

Sebagai penutup, Jonan menyampaikan bahwa semua perizinan yang terkait kelistrikan harus dipercepat dan waktunya harus dipangkas agar efektif bagi semua pihak. (UH)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan