PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

19 Oktober 2016

Melalui Inovasi, PT PLN Dituntut Berikan Layanan Maksimal

PT PLN (Persero) sebagai badan usaha penyediaan tenaga listrik dituntut memberikan pelayanan maksimal untuk kepentingan dan kemajuan bangsa. Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Agoes Triboesono mengungkapkan bahwa PT PLN (Persero) saat ini telah mencanangkan visi “Diakui Sebagai Perusahaan Kelas Dunia Yang Bertumbuh Kembang, Unggul Dan Terpercaya Dengan Bertumpu Pada Potensi Insani”.  Dengan visi tersebut serta melalui berbagai inovasi yang telah diluncurkan, PT. PLN (Persero) diharap terus menyediakan pelayanan yang bermutu untuk masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Agoes saat membuka Learning, Innovation, Knowledge & Exhibition (LIKE) PLN 2016, sekaligus Launching Buku 19 Tahun Inovasi Ketenagalistrikan Indonesia. Acara ini dilaksanakan oleh PT PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan ketenagalistrikan di kantor Pusat PT PLN (Persero), Rabu (19/10). Selain pameran, acara yang dilaksanakan hingga Jumat (21/10) ini menghadirkan knowledge shring dan diskusi yang diisi oleh Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti serta beberapa perusahaan swasta yang mampu mengembangkan inovasi, diantaranya PT Gojek Indonesia dan WIR Group.

Agoes dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 33 tahun 2014 sebagaimana diubah dengan Permen ESDM Nomor 08 tahun 2016 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero), PLN wajib mengumumkan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) dan realisasinya pada masing-masing unit pelayanan dan tempat-tempat yang mudah diketahui konsumen.  “TMP ini ditetapkan oleh Pemerintah setiap awal tahun dengan memperhatikan usulan PLN,” ujar Agoes.

Agoes mengatakan bahwa dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, ide-ide dan pemikiran baru sangat dibutuhkan  untuk menyelesaikan rencana yang tertuang dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) maupun yang telah dijabarkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). “Untuk mewujudkan pembangunan 35.000 MW dan mengejar target rasio elektrifikasi 97% di tahun 2019, tentu sharing pengetahuan dan inovasi-inovasi dibutuhkan agar proyek-proyek yang dibangun dapat selesai tepat waktu dan masyarakat dapat menikmati hasilnya,”  ujar Agoes.

Pemerintah juga juga mengapresiasi terbitnya buku “19 Tahun Inovasi Ketenagalistrikan Indonesia”. Agoes berharap agar buku ini dapat memberikan gambaran bagaimana kemajuan bidang ketenagalistrikan dapat terwujud dengan munculnya ide-ide yang selama ini tidak terpikirkan. “Kami berharap terbitnya buku ini dapat menjadi penyemangat kita semua dalam bekerja mewujudkan ketenagalistrikan yang lebih baik,” tutup Agoes. (PSJ)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan