PENGUMUMAN

Keputusan Menteri ESDM Nomor 1772 k/20/MEM/2018 tentang Besaran Biaya Pokok Pembangkitan PT PLN (Persero) tahun 2017 dapat diunduh disini.

24 Oktober 2016

Pembangkit Listrik Harus Mengedepankan Teknologi Ramah Lingkungan

Pembangkit listrik di Indonesia harus berwawasan lingkungan dengan mengurangi emisi sebagai tuntutan global. Setiap pembangkit listrik harus mengembangkan komersial teknologi yang ramah lingkungan dan efisien. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengungkapkan bahwa pembangkit listrik harus memberikan perhatian kepada lingkungan hidup, khususnya terkait sumbangan emisi gas rumah kaca. Teknologi pembangkit listrik disebutnya harus bersih untuk mengurangi pemanasan global.

Hal tersebut disampaikan Jarman saat membuka PJB Connect 35.000 MW OP.EXC, Conference & Exhibition of Technology to Support 35.000 MW Operational Excellence, Senin (24/10). Pameran yang diselenggarakan oleh PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) ini bertujuan menjalin dan memperkuat hubungan dalam bidang operation maintenance Engineering (OME) pembangkit. Pameran sendiri berlangsung hingga Selasa (25/10) di kantor PT PJB Surabaya.

Jarman dalam sambutan tersebut juga menyampaikan bahwa konsumsi listrik Indonesia terus naik meskipun masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN. “Begitu juga konsumsi listrik per-kapita, walaupun konsumsi listrik per-kapita Indonesia meningkat setiap tahun namun masih rendah, yaitu 910 kWh di tahun 2015,” ungkap Jarman.  Konsumsi listrik per-kapita tersebut disebutnya masih rendah dibandingkan Singapura,  Malaysia,  Thailand, dan Vietnam.

Mengantisipasi kebutuhan listrik yang terus naik, maka kebutuhan teknologi pembangkit listrik yang efisien dan ramah lingkungan merupakan keharusan. Jarman mengapresiasi acara yang dijalankan oleh PT PJB ini. Menurutnya acara ini diharapkan dapat dimanaatkan untuk sharing knowledge tentang teknologi terkini di bidang pembangkitan, “Pembangunan pembangkit listrik tidak lepas dari masalah teknologi yang terus berkembang. Ini pula yang menjadikan forum PJB Connect 35.000 OP.EXC menjadi sangat strategis” ujar Jarman.

Dirjen Ketenagalistrikan mengingatkan PT PJB untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam hal pemanfaatan teknologi bersih yang ramah lingkungan dan melakukan kontrol atau monitoring terhadap pembangkit-pembangkit yang dimiliki. Commercial Clean Technology untuk pembangkit-pembangkit listrik disebut Jarman sebagai tuntutan mengoperasikan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Jarman sendiri mengapresiasi PJB yang sudah memiiliki control room yang dapat memonitor pembangkit di seluruh Indonesia secara real time. Inovasi-inovasi seperti ini diharapkan terus dapat ditingkatkan untuk memberkan pelayanan yang baik kepada masyarakat. (PSJ)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan