PENGUMUMAN

14 Oktober 2016

IBEA 2016 Dorong Peningkatan Local Content

Ajang Indonesia Best Electricity Award (IBEA) yang digelar kembali tahun ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong peningkatan local content di industri ketenagalistrikan. Demikian disampaikan oleh Tumiran selaku ketua dewan juri IBEA 2016 saat pembukaan Pameran Kelistrikan dan Simposium Indonesia Best Electricity Award (IBEA) 2016 di Birawa Assembly Hall, Bidakara Hotel Jakarta (13/10).

IBEA pertama kali dilaksanakan di Surabaya pada tahun 2015. Tahun ini, Tumiran menjelaskan, penilaian IBEA berbeda dengan tahun sebelumnya. Selain lebih lengkap, juri IBEA B2016 juga lebih mempunyai pengalaman dan kompetensi.

Tumiran menyampaikan bahwa sistem penilaian kombinasi dilakukan untuk mengukur semaksimal mungkin potret dari perusahaan. “Ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan bagaimana IPP (Independent Power Producer – red.) bekerja lebih efisien, bagaimana kemampuan kita di EPC (Engineering, Procurement & Construction red.), dalam peningkatan local content, dan bagaimana kita melihat supporting industri nasional kita untuk menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional,” Tumiran menjelaskan. Ia menyatakan IBEA 2016 turut serta mendukung pembangunan infrastruktur dan industri yang berwawasan lingkungan.

Terkait local content, ia mengharapkan pemerintah selaku regulator dapat membuat regulasi seketat mungkin untuk upaya-upaya peningkatan pemakaian produk domestik. “Saya mengharapkan local content kita meningkat. Kerjasama yang sinergis perlu diupayakan secara bertahap untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor,” lanjutnya, “kalau produk domestik tidak dikembangkan, industri domestik kita tidak tumbuh dan ketahanan energi nasional tidak tercapai.”

Tumiran yang juga anggota Dewan Energi Nasional ini menyatakan salah satu instrumen ketahanan energi nasional adalah penguasaan teknologi. “Kita bisa, asal ada payung regulasinya,” ujarnya optimistis.

Apresiasi diberikan atas pergeseran paradigma pembangunan IPP. “Pembangunan IPP memakai tenaga asing, sekarang sudah terjadi pergeseran. Ini secara bertahap harus kita lakukan. Tidak mungkin kalau dalam Program 35.000 MW, teknologi, infrastuktur, dan sumber daya manusianya tergantung negara lain,” ia menyampaikan. Tumiran mengharapkan dukungan dari para pelaku usaha karena tanpa dukungan dari stakeholder, upaya-upaya tersebut akan sulit dilakukan.

Ajang penghargaan IBEA menyasar pelaku usaha ketenagalistrikan yang  memberikan dampak positif bagi insfrastruktur ketenagalistrikan Indonesia. Tahun ini ada tujuh kategori yang dilombakan. Dirjen Ketenagalistrikan dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Alihuddin Sitompul menyampaikan bahwa IBEA diharapkan dapat menjadi ajang saling bertukar pikiran dalam mengembangkan inovasi di sektor ketenagalistrikan. (AMH)

 

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan