PENGUMUMAN

30 September 2016

Lulusan SMK Ketenagalistrikan Diharap Menjadi Tenaga Terampil Level Satu

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Ketenagalistrikan diharapkan menjadi tenaga kerja terampil di bidang ketenagalistrikan. Tenaga kerja terampil tersebut tidak hanya dari sisi hulu atau pembangkitan saja, namun juga dari sisi hilir yaitu transmisi dan distribusi. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman saat menyampaikan sambutan pada penandatanganan kesepakatan bersama Direktorat jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud tentang Peningkatan Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan pada Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan. Acara yang diselenggarakan Jumat (30/9) di kantor Ditjen Ketenagalistrikan Jakarta ini dihadiri oleh pejabat dari kedua instansi dan perwakilan badan usaha ketenagalistrikan.

Perjanjian ini menurut Jarman sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Dengan MoU ini,  semua anak didik yang lulus dari SMK Ketenagalistrikan dan telah melalui ujian, otomatis memperoleh sertifikasi tenaga kerja level Satu untuk tegangan rendah. “Dengan kompetensi ini, lulusan SMK Ketenagalistrikan bisa bekerja di kontraktor atau lembaga inspeksi teknik,” jelas Jarman.

Menurut Jarman, setiap tahun sambungan listrik untuk rumah diperkirakan 3,5 juta sambungan, atau rata-rata 15.000 per hari. Hal ini tentu membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan teruji. “Belum lagi instansi pemanfaat tenaga listrik lainnya memerlukan orang-orang yang berompetensi,” jelas Jarman. Untuk itu Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan memiliki kebijakan untuk meregister tenaga kerja berkompeten sehingga badan usaha diwajibkan menggunakan tenaga kerja yang telah bersertifikasi. “Orang yang tidak terdaftar tidak dapat dipakai oleh lembaga instalatur,” paparnya.

Dalam penandatanganan tersebut disampaikan juga buku ‘Keselamatan dan Pemasangan Instalasi Listrik Voltase Rendah untuk Rumah Tangga’ yang disusun oleh Ditjen Ketenagalistrikan dengan dukungan dari International Copper Association Southeast Asia (ICA SEA). Buku ini diharapkan menjadi  buku panduan peserta didik SMK Ketenagalistrikan sebagai standard belajar.

Kesepakatan ini akan ditindaklanjuti dengan melaksanakan pengembangan kompetensi peserta didik SMK sebagai calon tenaga kerja bidang ketenagalistrikan, menyempurnakan kurikulum dan proses pembelajaran bermutu di SMK, serta melaksanakan program dan kegiatan praktik kerja lapangan dan sertifikasi bagi pendidik dan peserta didik SMK. Pemilihan lokasi SMK akan disesuaikan dengan peta kebutuhan tenaga kerja yang disediakan oleh Kementerian ESDM. (PSJ)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan