PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

29 September 2016

Dirjen Ketenagalistrikan Terima Kunjungan Lembaga CSE India

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman, pada Kamis (29/09) menerima kunjungan Deputy Director General of Centre for Science and Environment (CSE) India Chandra Bhushan, di kantor Ditjen Ketenagalistrikan Jakarta. Dalam pertemuan tersebut Jarman didampingi oleh Kasubdit Kerjasama Ketenagalistrikan Benhur PL. Tobing,, Kepala Seksi Penyiapan Aturan Usaha Ketenagalistrikan Yeni Rachmawati, dan Kepala Seksi Kerjasama Multilateral dan Regional Ridwan Budi Santoso. Sementara Bhushan didampingi oleh Programme manager Sustainable Industrialization Sweta Prabhakar, Direktur Basel Conventional Regional Center for Southeast Asia/Stockholm Convention Regional Center Indonesia Ridwan D. Tamin, dan perwakilan UNIDO.

Lembaga CSE India merupakan lembaga Thinktank untuk negara berkembang, di mana memiliki program utama South to South Program untuk dapat saling belajar dan bertukar pengalaman dalam pengembangan Batubara bersih. CSE melibatkan negara-negara pemngguna batubara terbesar dunia, yaitu Tiongkok, India, Afrika Selatan dan Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Bhushan menyampaikan penghargaan atas partisipasi pejabat Ditjen Ketenagalistrikan pada CSE International Conference on Coal based Power – Confronting Environmental Challenges di New Delhi, India pada bulan Maret 2016 dan Pertemuan India – Indonesia Dialogue – Dealing with Environmental Issues in Coal Based Power Generation.

Jarman dan Bhushan berdiskusi dan bertukar pikiran tentang pengembangan dan pemanfaatan Batubara untuk tenaga listrik di kedua negara, dan kedua pejabat sepakat dan memahami bahwa kebutuhan kedua negara yang sedang berkembang membutuhkan pasokan tenaga listrik yang cukup besar.

Kedua pejabat juga bertukar pikiran tentang pemanfaatan energi terbarukan, di mana Bhushan menceritakan tentang luasnya pemanfaatan Solar Cell dalam peralatan modular di seluruh negeri, seperti Senter yang telah ditambatkan solar cell sebagai sumber energinya. Jarman mengingatkan bahwa energi terbarukan dianggap sebagai suplai energi dan bukan peningkat kapasitas karena kemampuannya yang masih terbatas dan sifat alamiahnya yang intermittent. Bhushan selanjutnya menceritakan pemanfaatan Wind Energy di India dengan pemanfaatan optimal musim monsoon. Bhushan juga melihat potensi pemanfataannya di Indonesia yang memiliki garis pantai yang sangat panjang karena Indonesia berbentuk kepulauan.

Bhushan mengajak Jarman untuk bertukar dan berbagi pengalaman antara kedua negara, di mana India berpengalaman dalam pemanfaatan Wind Energy dan Solar Cell, dan India bermaksud mempelajari pembangkit listrik berbaha bakar batubara yang berlokasi di pesisir pantai. Selanjutnya Sweta mengundang Jarman dan pejabat Ditjen Ketenagalistrikan untuk dapat mengunjungi India meninjau pemanfaatan energi untuk tenaga listrik. (RSB)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan