PENGUMUMAN

26 September 2016

Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Kalimantan Disosialisasikan

Pemerintah menerbitkan Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Kalimantan melalui Permen ESDM Nomor 18 Tahun 2016. Aturan ini melengkapi aturan jaringan sistem tenaga listrik yang telah ada sebelumnya, yakni: Jawa-Madura-Bali, Sumatera, dan Sulawesi. Sosialisasi mengenai Aturan Jaringan tersebut dilakukan dalam acara coffee morning Ditjen Ketenagalistrikan di Jakarta, hari ini (26/9).

Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Kalimantan merupakan peraturan, persyaratan, dan standar untuk menjamin keamanan, keandalan, serta pengoperasian dan pengembangan sistem yang efisien dalam memenuhi peningkatan kebutuhan tenaga listrik pada Sistem Tenaga Listrik Kalimantan. Aturan ini disusun berdasarkan kondisi struktur Sistem Tenaga Listrik Kalimantan saat ini dan diberlakukan kepada semua pelaku usaha dan pemakai jaringan pada Sistem Tenaga Listrik di Kalimantan.

Kepala Divisi Perencanaan Regional Kalimantan PT PLN (persero) Sudibyo menjelaskan Sistem Tenaga Listrik di Kalimantan terbagi menjadi tiga, yakni Sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat (beban puncak 300,2 MW), Sistem Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (beban puncak 505 MW), dan Sistem Mahakam di Kalimantan Timur (beban puncak 407,6 MW). Selain itu, di Kalimantan ada pula subsistem Bangkanai-Muara Teweh-Buntok dengan beban puncak 18,1 MW.

“Yang khas dari Sistem Tenaga Listrik Kalimantan adalah adanya interkoneksi sistem tenaga listrik antarnegara, yakni Sistem Khatulistiwa dengan Sarawak Energy Berhad (SEB),” ujar Sudibyo. Jaringan listrik ini melintasi Indonesia dan Malaysia dengan menggunakan transmisi 275 KV.

Sudibyo kemudian menyampaikan hal-hal yang perlu ditindaklanjuti dengan segera setelah Aturan Jaringan ini terbit, salah satunya adalah pembentukan Komite Manajemen Aturan Jaringan (KMAJ).

“KMAJ bertugas merumuskan basic communication implementasi aturan jaringan dan mekanisme penyelesaian masalah yang timbul dalam implementasi,” Sudibyo menjelaskan. Untuk membantu tugas-tugasnya, KMAJ perlu membentuk subkomite perencanaan dan pengoperasian.

Sudibyo melanjutkan, sosialisasi mengenai Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Kalimantan juga perlu dilakukan kepada semua pelaku usaha pada Sistem Tenaga Listrik Kalimantan.

“Karena sifatnya yang dinamis dan adaptif, Aturan Jaringan harus selalu dimutakhirkan oleh KMAJ,” Sudibyo menambahkan. Pemutakhiran ini disesuaikan dengan perkembangan kondisi sistem, struktur usaha, serta perubahan kompleksitas sistem.

Sudibyo menutup paparan dengan menjelaskan secara ringkas inti dari tiap-tiap bab dalam Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Kalimantan. (AMH)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan