PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

06 Desember 2018

Pakai Konverter Kit, Nelayan Jadi Lebih Berhemat

Senyum nelayan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terlihat mengembang saat menerima Paket Konverter Kit Bahan Bakar Minyak (BBM) ke liquefied petroleum gas (LPG), Jumat (30/11). Dirjen Ketenagalistrikan Andy N Sommeng mewakili Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara simbolis menyerahkan paket bantuan untuk nelayan di sana. Dalam acara tersebut hadir pula Plt. Bupati Kutai Kertanegara Edi Damansyah dan anggota Komisi VII DPR RI Ihwal Datu Adam.

"Program konversi ini adalah salah satu program yang mendukung diversifikasi energi. Selain sudah dikenal masyarakat, pemilihan LPG sebagai energi alternatif juga karena ramah lingkungan," ujar Andy. Sebanyak 1.815 unit konverter kit telah didistribusikan di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tanggal 24 September-7 Oktober 2018 dan 18-23 November 2018.

Andy menyampaikan setidaknya ada empat tujuan program konversi BBM ke LPG untuk nelayan. "Program ini bertujuan untuk memberikan akses energi kepada masyarakat dan membantu ekonomi nelayan menuju ekonomi masyarakat mandiri," kata Andy. Ia menambahkan, program konversi ini diharapkan juga dapat mengurangi konsumsi BBM bersubsidi serta memberikan dampak positif kepada nelayan melalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar

Senada dengan Andy, salah seorang perwakilan nelayan dari Kota Bangun, Jarni, menyampaikan bahwa konverter kit ini membuat nelayan dapat lebih berhemat. Ia mewakili nelayan di Kutai Kartenegara mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM atas bantuan yang telah diterimanya.

"Bantuan ini sangat membantu kami dalam melakukan penghematan belanja bahan bakar. Syukur alhamdulillah..." ujar Jarni.

Berdasarkan penelitian dan pengalaman lapangan, penggunaan 1 tabung LPG 3 Kg dapat disetarakan dengan 7 liter bensin. Apabila unsur subsidi ditiadakan dalam perhitungan keekonomian, maka perbandingan nilai pengeluaran yang menjadi beban nelayan adalah Rp33.000 (harga 3 Kg LPG non-subsidi) berbanding dengan Rp52.500 (harga 7 liter Bensin non-subsidi/Pertalite). Dapat dilihat bahwa terdapat selisih sebesar Rp19.500 yang dapat disisihkan untuk setiap penggunaan satu tabung LPG 3 Kg pada saat nelayan mencari ikan. Dengan kata lain, konversi BBM ke LPG untuk nelayan kecil memberikan penghematan hingga 30% dengan asumsi tanpa ada subsidi. Bila dengan subsidi yang berlaku sekarang ini baik untuk bensin maupun LPG, maka penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50%.

Jarni juga mengungkapkan dengan pemakaian konverter kit, daerah tangkapan ikan bisa lebih jauh karena lebih hemat bahan bakar.

"Hasil tangkapan bisa lebih banyak lagi dan pendapatan nelayan mengalami peningkatan," pungkas Jarni. (AMH)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan