PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

17 September 2018

Untuk Rumah Tangga Miskin, Pasang Listrik Dapat Subsidi

Ditjen Ketenagalistrikan mengadakan sosialisasi subsidi listrik tepat sasaran melalui talkshow radio dengan Tema "Peran Pemerintah Daerah dan Dukungan PLN Dalam Pelaksanaan Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran", Senin (14/9/2018), di iRadio Medan (98.3 FM) pukul 17:00-18:00 di acara Sore-Sore. Narasumber dalam talkshow ini adalah Kepala Seksi Tarif Tenaga Listrik dan Subsidi David Firnando Silalahi, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Utara Karlo Purba, dan Asistant Tingkat Mutu Pelayanan Bidang Strategi Pemasaran PLN Wilayah Sumatera Utara Reagen Saragih.

Pemerintah sejak tahun 2017 telah menerapkan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran. Semua masyarakat yang belangganan daya 450 VA mendapat subsidi. Sedangkan masyarakat yang berlangganan daya 900 VA, yang termasuk dalam Data Terpadu Kementerian Sosial menjadi sasaran penerima subsidi. Pemerintah melalui jajaran Pemerintah Daerah menampung pengaduan masyarakat yang belum mendapat subsidi jika masyarakat tersebut memang miskin dan tidak mampu.

Sampai saat ini jumlah pengaduan yang masuk secara nasional sampai dengan Agustus 2018 sebesar 251.156 pengaduan sekitar 65% sudah diselesaikan, tarifnya sudah dikembalikan menjadi tarif bersubsidi, kelebihan pembayarannya sudah direstitusi ke masyarakat. Dan untuk wilayah Sumatera Utara jumlah pengaduan yang masuk sebesar 2.847 pengaduan, 70% sudah terselesaikan. "Intinya hak masyarakat miskin untuk mendapatkan tarif bersubsidi tetap diberikan Pemerintah sesuai amanat konstitusi," ujar David.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Karlo Purba mengatakan bahwa saat ini Dinas ESDM Provinsi Utara memberikan Program bantuan sambungan listrik gratis untuk masyarakat. "Yang berhak mendapat sambungan listrik gratis adalah masyarakat yang benar-benar tidak mampu, harus masuk dalam kategori miskin, masuk dalam BDT (Basis Data Terpadu - red) dan yang kedua sudah ada jaringan listriknya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Reagen memaparkan program-program terbaru PLN salah satunya, Program Layanan Satu Harga dan APP Siaga (Alat Pengukur dan Pembatas Siaga). Tujuan dilakukannya Layanan Satu Harga ini adalah agar semakin transparan kedepannya. Layanan kepada masyarakat semakin cepat, semakin jelas waktunya, tidak ada tawar-menawar, dan layanan semakin mudah. (AT)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan