PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

11 Juli 2018

Dirjen Gatrik Ajak Mahasiswa Siapkan Diri Hadapi Listrik 4.0

Dengan revolusi industri tahap keempat atau industry 4.0, semua pihak tak terkecuali mahasiswa diajak untuk menyiapkan diri sesuai peran masing-masing. Bisnis ketenagalistrikan yang ada selama ini akan berubah, untuk itu semua pihak harus segera menyesuaikan dirinya dalam menghadapi Listrik 4.0. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N Sommeng saat menyampaikan keynote speech pada acara Seminar Nasional Teknologi dan Manajemen Teknologi (SNTMT) yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Depok, Selasa (10/7).

Menurut Andy, pesatnya Information and Communication Technology (ICT) mendorong meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antar manusia, mesin dan sumber daya lainnya. Andy menyampaikan bahwa Revolusi Industry 4.0 tidak dapat ditahan. "Pilihannya adalah change or be replaced ( berubah atau musnah), sehingga revolusi Industry 4.0 harus disikapi dengan bijak untuk perubahan yang lebih baik," ungkap Andy.

Perkembangan ICT yang sangat cepat menurut Andy juga telah mengubah sistem ketenagalistrikan model tradisional yang dikenal saat ini (pembangkit, transmisi dan distribusi) menjadi "grid beyond meter", dengan adanya 3 trend, yaitu Electrification, Decentralization dan Digitalization. Electrification mendorong terciptanya penggunaaan listrik untuk tujuan lain, Decentralization mendorong penggunaan sumber energi terdistribusi (distributed energy resources), dan Digitalization mendorong pembangkit listrik dan teknologi penyimpanan energi dapat terintegrasi dengan perilaku pengguna listrik. Ketiga trend "grid edge" tersebut disebut Andy mendorong revolusi Listrik 4.0.

Andy menjelaskan, dalam Listrik 4.0, masyarakat dapat menjadi prosumen (produsen dan konsumen) untuk saling bertukar energi atau jasa satu sama lain dengan dukungan smart meter. "Pembangkit EBT intermiten tidak menjadi kendala untuk dikembangkan, dan penggunaaan listrik menjadi lebih efisien dengan terintegrasinya pembangkit listrik dan storage dengan perilaku pengguna listrik," ujar Andy.

Seminar ini dihadiri para mahasiswa di Universitas Indonesia dari jurusan Teknik Kimia, Teknologi Industri, Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan, Teknik Elektro dan Teknik Informatika, serta Manajemen Teknik. Ketua panitia SNTMT, Sutrasno Kartohardjono menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk meningkatkan peran perguruan tinggi dalam menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (PSJ)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan